Sunday, December 27, 2020

Perjalanan Kehamilan Anak Pertama

Hai asian parents community, disini saya mau berbagi cerita tentang perjalanan kehamilan saya.


Kehamilan adalah hal yang didamba-dambakan oleh seorang wanita pada umumnya, begitu pun dengan saya. Saya ingin sekali bisa hamil dan punya anak, ketika usia pernikahan saya sudah 6 bulan saya belum hamil-hamil. Disini karena saya ingin sekali cepat punya anak akhirnya saya ke dokter kandungan untuk menanyakan apakah ada yang salah dari rahim saya sampai saya belum hamil. 


Ketika saya periksa ke dokter kandungan betapa kagetnya saya ternyata dalam rahim saya ada kista dan miom, dan disitu saya di cek darah apakah kista dan miom saya ini berpotensi kanker apa tidak. Alhamdulillah ketika hasil darahnya keluar, kista dan miom saya ini tidak berpotensi kanker. Disini saya diberi vitamin penyubur untuk suami dan juga saya.


Tidak puas dengan hasil dokter kandungan pertama, saya pergi ke dokter kandungan kedua, dokter yang terkenal di rumah sakit dan antriannya lumayan panjang. Alhamdulillah, dokter ini tidak nakut-nakutin. Dia bilang kista dan miom ini bisa hilang, terusin saja minum herbalnya dan doktet ini berkata" kalo tiga bulan belum hamil balik lagi ke saya yaa". 


Disini saya terus minum herbal seperti yang disarankan di Instagram Dr. zaidul akbar. Alhamdulillah kurang lebih 2 minggu kista pun keluar. Tidak lama setelah kista keluar, saya tidak kunjung-kunjung haid. Saya mau test pack cuma takut kecewa, karena dulu pernah telat haid 1 minggu tapi hasilnya negatif. Saya tunggu dulu sampai 2 minggu tidak haid. Sewaktu sudah 2 minggu tidak haid akhirnya saya coba test pack pagi-pagi dan hasilnya alhamdulillah positif. Tapi garis 2 nya belum terang dan jelas. Campur aduk perasaan saya tidak langsung senang, karena takut salah. Akhirnya saya tunggu smpe 1 bulan dan test pack lagi, alhamdulillah sekarang sudah terang dan tetap positif hasilnya. Langsung saya dan suami pergi ke bidan dan dicek bidan alhamdulillah saya benar-benar hamil.


Ujian kehamilan saya tidak hanya disitu, ujian kedua saya ketika saya sedang hamil, saya mempunyai atasan yang bisa di bilang tidak manusiawi, karena saya hamil muda pun diberi kerjaan sampai larut malam sampai jam 12 malam. Sampai akhirnya saya mengalami kontraksi dan disuruh bedrest oleh bidan, tetapi atasan saya tidak mau tahu, meski sudah ada surat dari bidan, dia tetap memberi saya pekerjaan. Sering sekali saya menangis karena ini, saya takut anak yang saya idam-idamkan keguguran karena saya kecapean. 


Belum selesai dengan ujian kedua, ujian ketiga pun datang, ketiga kandungan saya 3 bulan, saya di hipnotis transfer uang ke seseorang yang datang ke counter rumah saya. Uang 2 juta pun melayang, karena saya tidak terima akhirnya saya melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi, saya memblokir no rekening tujuan yang saya transfer. Tapi masalah baru pun datang, ternyata no rekening tersebut merupakan no rekening agen brilink yang di salah gunakan juga oleh penipu tersebut. Karena sudah terlanjur saya blokir, untuk membuka blokiran tidak segampang yang di duga. Saya bolak balik ke bri sampai 2 minggu, karena tidak ada kejelasan akhirnya saya ke bri pusat . Akhirnya masalah kelar. 


Lagi lagi saya memikirkan kandungan saya, karena katanya kalau sedang hamil tidak boleh stress. Saya cuma bisa pasrah dan berdoa kepada ALLAH agar anak di kandungan saya di beri kekuatan. 


Akhirnya, ALLAH mulai mengabulkan doa doa saya, ketika usia kandungan saya 4 bulan atasan saya dipindahtugaskan. Mulai lah kondisi kehamilan saya membaik hingga akhir nya usia kandungan saya 8 bulan ada ujian baru lagi yang saya hadapi, yaitu berat badan bayi saya masih di bawah normal. Sedangkan 1 bulan lagi saya harus lahiran. Tidak putus asa saya ke dokter gizi dan disarankan untuk mengganti susu ham saya menjadi susu yang tinggi kalori. Tiap hari saya konsumsi daging susu dan telur rebus untuk mengejar berat badan bayi saya. Alhamdulillah ALLAH menolong saya lagi, bayi pun di USG sudah naik diatas berat badan bayi normal. 


Tidak sampai disitu ujian saya, malam-malam menjelang persalinan, saya yang sudah mengalami kontraksi yang sudah dapat ditahan lagi memutuskan mencari klinik persalinan yang dekat rumah. Padahal saya ingin sekali ke bidan yang biasa saya kontrol kandungan, tapi takdir berkata lain. Di klinik dekat rumah saya ini saya di layani seorang bidan muda yang tidak ramah dan tidak sabaran. Ketika persalinan, saya tidak bisa cara mengejan disini saya dimarah-marahi oleh bidan tersebut.  Untung ada suami saya yang menemani saya dalam proses persalinan. Disini suami saya menyemangati saya, jujur saya sudah kehabisa tenaga ketika persalinan sampai saya dibantu oksigen. Rasanya disitu saya sudah mau menyerah, tetapi suami saya tidak putus asa dia tetap menyemangati saya dan bilang "kamu pasti bisa". Alhamdulillah akhirnya lahir putra saya dengan selamat dan normal.  Karena anak saya di kandungan sangatlah kuat menghadapi ujian ujian yang saya alami akhirnya saya menamai anak saya " muhammmad riyu al hamizan ". Hamizan yang artinya kuat, cerdas dan tampan.


Begitu lah perjuangan saya untuk menjadi ibu. 


https://id.theasianparent.com/

https://id.theasianparent.com/Perjalanan-Kehamilan-Anak-Pertama